Stop Pacaran

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualaikum🙂

Karena Islam agama yang preventif. Allah melarang keras untuk mendekati zina, apalagi melakukannya. Maka Islam menutup semua jalan untuk menuju perzinaan. Selain karena zina merupakan dosa besar disini Allah. Perbuatan itu juga sangat merugikan, bagi lelaki apalagi wanita dan kehidupan manusia secara umumnya.

Islam mengharamkan aktivitas interaksi antara lelaki dan wanita yang tidak berkepentingan syar’i, seperti jalan-jalan bersama, pergi bareng ke masjid atau kajian Islam, bertamasya, nonton bioskop, dan sebagainya. Aktivitas ini adalah pintu menuju kemaksiatan yang lain.

Setan => ” Lha, bagaimana bila cuma jalan-jalan bersama? nggak berduaan, kok.”

Islam => NO. DEAR

Khalwat-khalwat itu bukan hanya bisa terjadi saat berduaan, walaupun ditempat umum dan bersama-sama yang lain, tetap saja khalwat bisa terjadi dan itu juga tidak diperkenankan. Bila berkumpul bersama, hang out bareng, makan bareng, dan segala pertemuan yang tidak perlu saja tidak dibenarkan didalam Islam, apalagi aktivitas pacaran yang pasti mengarah kepada maksiat ? tentu lebih dilarang.

Khalwat dalam bahasa Arab berarti berdua di suatu tempat di mana tidak ada orang lain. Maksud dari tidak adanya orang lain dalam hal ini mencakup:

1. Tidak ada orang lain sama sekali.
2. Ada orang lain dan keberadaan keduanya kelihatan, tetapi pemicaraan antara keduanya tidak dapat didengar oleh orang lain.

Secara sederhana khawat adalah berdua-duaan antara lelaki dan wanita yang bukan mahram.

Banyak pengingat dari Rasululah SAW., sebagai bentuk bukti kebaikan dan kepedulian Rasulullah SAW.,  kepada umatnya dalam perkara berdua-duaan (khalwat) yang menjadi inti pacaran dan semua hubungan yang sekarang merusak remaja dan pemuda Islam, salah satunya seperti berikut ini:

” Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia berkhalwat dengan seseorang wanita tanpa ada mahram wanita tersebut karena setan menjadi yang ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad)

” Tapi, kan…? Bukan anak muda bila tidak beralasan. Bukan lelaki bila tidak berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Begitulah beberapa alasan lelaki dan wanita yang menghalalkan pacaran.

Setan => Pacaran itukan menambah semangat belajar ?

Penjelasan => Ini alasan yang lucu karena bertentangan dengan fakta yang ada. Mungkin pada awalnya semangat belajar karena ingin membuktikan kepada pacarnya kalau dia pinter. Nah, ini saja sudah bermasalah niatnya. Namun kedepan yang terjadi justru nilai jeblok lagi hancur yang didapat. Karena pacaran itu ibarat candu yang bikin ketagihan. Nafsu yang harus terus dipenuhi. Akhirnya malah kepala penuh dengan khayalan dan bayangan yang tidak semestinya. Jadi, mungkin tepat bila pacaran belajar mengkhayal, atau malah lebih tepat belajar maksiat ?

Setan => Pacaran itu kan menjalin tali silaturrahmi ?

Penjelasan => Silaturrahmi itu asalnya dari kata shilah yang berarti hubungan dan rahim yang berarti rahim bunda. Artinya, yang dimaksud dengan menjalin silaturrahmi sebenarnya adalah menyambung antar kerabat dekat yang terhubung dengan rahim, atau mahram kita.

Jika serius menjalin tali silaturrahmi, lebih utama ke orang tua sendiri, kakak-adik, kakek-nenek, paman-bibi, atau mahram lainnya. Bukan alasan pacaran atas nama silaturrahim, padahal buyutnya pun beda.

Silaturahim itu berpahala dan menambah rezeki, sedangkan pacaran itu aktivitas maksiat. Tiada pernah sama antara maksiat dan taat.

Setan => Pacaran nggak ngapa-ngapain kok, cuma pegangan tangan dan cuma telepon doank ?

Penjelasan => Tau gak, “cuma” itu kata yang berbahaya. karena semua kemaksiatan awalnya juga “cuma”. Selingkuh itu awalnya, ya, “cuma” teman. Hamil itu juga awalnya “cuma” pegangan.

Setan => Pacaran cuma katakan sayang ? katakan kangen ?

Penjelasan => Setiap amal dan lisan manusia akan Allah hisab, tiada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Mengatakan kata-kata yang tidak hak bagimu dan tidak halal baginya adalah suatu kesalahan. Kehormatan wanita harus dijaga, kemuliaannya pun harus dilindungi. Itu berarti tidak mengucapkan kata-kata sebelum waktunya. Karena kata cinta dan sayang sebelum pernikahan adalah percuma.

Mungkin kamu meremehkan kata-kata yang tak halal. Namun, ia ibarat bisikan setan yang merambat lewat pendengaran, lalu memicu untuk melakukan amal-amal terlarang lainnya.

Ingat bahwa semua dosa besar diawali dengan “cuma”.

Setan => Pacaran itu kan tanda cinta, Allah kan memerintahkan manusia untuk mencinta ?

Penjelasan => Mulai puitis, bagus tapi salah. Allah memang Zat yang penuh cinta karena Dia yang menurunkan rasa cinta bagi manusia. Karenanya Allah perintahkan untuk menikah agar cinta itu bisa diungkapkan dengan halal. Bukan dengan alasan cinta dari Allah malah kita bermaksiat kepada Allah.

Setan => Pacarankan buat dia bahagia, bukankah menyenangkan orang itu amal sholeh ?

Penjelasan: Bagaimana dengan orang tuamu, pernah engkau bahagiakan? Atau, senangkan orang tua mu menyaksikan engkau bermaksiat? Berhuungan tak tentu, dengan resiko yang begitu besar. Bukan pula bahagia yang engkau berikan saat pacaran, lebih tepatnya adalah kenikmatan sementara, yang ada batasnya dan menuntut korban.

Tambah lagi, sebenarnya siapa sih yang engkau bahagiakan, dirinya atau dirimu sendir ?

Setan => Pacaran itu kan penjajakan pranikah ?

Penjelasan => Begitu ya, penjajakan pranikah? Begitulah ciri-ciri lelaki yang miskin komitmen, penjajakan dahulu bukan akad dahulu. Masalahnya, nikahnya belum pasti kapan, bisa dua, tiga atau dua puluh tahun lagi, sedangkan pejajakannya sudah jalan duluan. Sering kali terjadi penjajakan praputus, bukan penjajakan pranikah. Karena setelah penjajakan, lalu bosan, lalu cari yang lain lagi.

Setan => Pacaran karena aku sayang kepadanya !

Penjelasan => Dusta. Bagaimana mungkin katakan sayang bila sebenarnya dia tiada pernah peduli dengan masa depan seseorang yang katanya dia sayang?

Pacaran itu adalah aktivitas maksiat, yang mengundang petaka dunia dan malapetaka akhirat. Bila serius sayang, tentu takkan rela bila tubuh yang disayanginya disentuh api neraka karena perbuatan maksiat.

Bilang sayang tapi membahayakan. Bilang cinta tapi menjerumuskan.

Dikutip dari buku: @Udah Putusin Aja | FELIX Y. SIAUW

——————————————————–