lelaki dan perempuan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualaikum🙂

Islam memandang lelaki dan wanita sama dalam penciptaan dan kemuliaannya, namun berbeda dalam hal fungsi dan penempatannya. Islam memberikan porsi khusus kepada wanita yang tidak diberikan kepada lelaki, sebaliknya islam juga memberikan porsi khusus kepada lelaki yang tidak diberikan kepada wanita.

Wanita dan lelaki berbeda secara fungsi dan penempatan, karena itulah aktivitas lelaki dan wanita tidak disamakan, namun terpisah secara asalnya.

Dalam kehidupan Islam sebagaimana yang dapat kita baca dalam sejarah Rasulullah SAW., atau buku-buku yang yang menggambarkan kehidupan Islam pada masa Rasulullah SAW., aktivitas kaum lelaki dan wanita terpisah, kecuali dalam beberapa aktivitas khusus yang diperbolehkan syariat.

Misalnya, Islam menggaris bahwa perempuan harus menutup aurat di hadapan lelaki yang bukan mahramnya, memerintahkan perempuan untuk menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan dan kemuliaannya dihadapan lelaki. Tidak melakukan tabbaruj yang dapat menggoda lelaki. Bahkan dalam beberapa pendapat, tidak melakukan tabbaruj, salah satunya adalah tidak melewati kerumunan lelaki dengan bertingkah menggoda.

Ibn Manzhur dalam Lisanul Arab mendefenisikan tabbaruj sebagai wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada lelaki. tabbaruj  adalah segala perbuatan (pakaian, riasan, atau tingkah) wanita yang menarik perhatian lelaki, baik diniatkan ataupun tidak (penulis).

Islam juga mewajibkan wanita berpergian dengan mahram, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengundang fitnah bagi dirinya semisal berkhalwat dengan lelaki yang bukan muhrim.

Islam pun memberikan batasan bagi Muslim secara umum untuk meminta izin dan memberikan salam sebelum memasuki rumah yang bukan rumahnya. Sehingga wanita didalam rumah yang tidak menutup aurat bisa mempersiapkan diri sebelum menerima tamu.

Dalam shalat, lelaki diperintahkan oleh Rasulullah SAW., untuk melakukannya secara berjamaah di Masjid, tidak diperintahkan bagi wanita walau boleh saja mereka ikut berjamaah di Masjid. Shalat melakukan shalat berjamaah pun Rasulullah SAW., memisahkan barisan antara lelaki yang ada di depan dengan wanita shaf kaum wanita dibelakang.

Semua ini jelas diamalkan pada masa Rasulullah SAW.,  yaitu pemisahan antara kehidupan lelaki dan kehidupan wanita. Pemisahan ini bukan ditujukan untuk mengekang dan menyusahkan, tetapi menjaga kehormatan dan kemuliaan wanita itu sendiri, menjaga masa depannya agar penuh dengan kebaikan.

Namun Islam tidak menyusahkan lelaki  maupun wanita dalam melakukan hal-hal yang memang jelas dan perlu, syariat membolehkan interaksi antara lelaki dan wanita, Keduanya diperbolehkan melaksanakan jual beli, belajar-mengajar, ibadah semisal haji dan umrah, berjihad dijalan Allah, dan lain sebagainya.

Juga diperbolehkan bagi lelaki dan wanita berinteraksi dalam perkara yang diperbolehkan syariat, semisal medis, peradilan, perdagangan, pendidikan, akad kerja, dan segala aktivitas syar’i yang memang menuntut adanya interaksi di antara lelaki dan wanita.

Dikutip dari buku: @Udah Putusin Aja | FELIX Y. SIAUW

——————————————————–