بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualaikum🙂

Raeni menuju auditorium unnes diantar mugiyono ayahnya

–     Setelah tamat dari SMKN 1 Kendal, Raeni memiliki tekad kuat untuk berkuliah. Dia sempat minder karena berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya, Mugiyono (55 tahun) hanya seorang penarik becak, dan ibunya Sujamah yang seorang ibu rumah tangga biasa.

–     Sang ayah Mugiyono yang menjadi tukang becak di Kendal sejak 2010, mendapat penghasilan Rp. 10-50 ribu, karenanya dia bekerja sampingan sebagai penjaga malam di sebuah sekolah dengan upah Rp. 450 ribu/bulan dilakoninya.

–     “Dulu pernah minder orangtua tukang becak. Tapi, kenapa minder? Beliau orangtua saya, mendidik saya, meski tidak memberi biaya hidup banyak (saat kuliah), tapi mendukung saya, Saya sangat bangga,” ujarnya dengan mata berkaca saat ditemui di tempat kosnya di Jl. Kalimasada 24, Semarang, Rabu (11/6/2014).

–     Akhirnya Raeni mendapatkan kabar bahwa ada beasiswa Bidikmisi di Unnes. Dia pun mencoba untuk mendaftar dan berhasil diterima.

–     Lewat beasiswa Bidikmisi, Raeni melalui masa-masa kuliah dengan belajar dan berprestasi. Baik di kampus maupun di lingkungan kos, Raeni memang dikenal cerdas dan disiplin. Ia berkali-kali menjuarai lomba dan memperoleh hadiah uang tunai yang kemudian disisihkannya untuk diberikan kepada kedua orang tua, Mugiyono dan Sujamah ketika pulang ke Kendal.

–     Gadis kelahiran 13 Januari 1993 itu juga tidak pernah merepotkan orang tuanya, sejak semester 3 kuliah, Reani sudah berusaha mencari penghasilan tambahan dengan memberikan les private kepada  murid SMA, “Awalnya satu murid, terus jadi enam murid, dan alhamdulillah semuanya lulus ujian,” jelasnya bangga.

wisudawati diantar becak

–     Dia juga mempunyai pribadi alim. Setiap kali mendengar kumandang adzan, gadis 21 tahun itu langsung menuju masjid. Hal ini diungkapkan ibu kos Raeni, Qayimah (42 tahun). Kosan Raeni di Jalan Kalimasada Nomor 24, Semarang itu menjadi saksi bisu perjuangan Raeni menuju kesuksesan menempuh pendidikan di Universitas Negeri Semarang. “Ibadahnya rajin. Setiap adzan berkumandang, dia pasti langsung jalan ke masjid dan ia pun juga rajin mengaji. Sejak awal ke kosan ini, Raeni memang punya bekal agama yang kuat,” ujar Qoyimah saat berbincang dengan VIVAnews.

–     Di balik pribadi alim, Raeni juga gadis yang mudah bergaul dengan sekitar. Dia dikenal baik oleh teman-temannya. Baik teman satu kos, maupun teman sebaya di sekitarnya.”Bahkan setiap kali mau ikut lomba, dia selalu minta doa restu dari saya. Dia sudah seperti anak saya sendiri di kos-kosan ini,” kata Qoyimah.

–     Tinah, pemilik warung makan di sekitar kos Raeni juga punya cerita. Wanita 50 tahun itu mengaku heran dengan kecerdasan Raeni.”Kalau makan di sini tak pernah makan ikan atau daging. Makannya selalu tahu dan tempe. Tapi saya heran, kok bisa secerdas itu,” ujarnya.

–     Raeni membayar kepercayaan atas beasiswa yang dia terima dengan belajar keras. Dia tak mau mengecewakan keluarganya yang menaruh harapan pada dirinya.

–     Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4, sempurna.

–     Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. Dia juga menunjukkan tekad baja agar bisa menikmati masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya.

–     Kunci  keberhasilan Raeni menurutnya adalah manajemen waktu. Raeni mengaku dengan mengatur waktu belajarnya bahkan ketika jeda pergantian jam mata kuliah, “kadang kalau ada materi yang belum dimengerti saya menghubungi dosen saat jeda jam kuliah. Jadi tidak hanya mendapat nilai saja tapi benar-benar mengerti”, katanya.

–     Raeni telah melalui masa-masa perkuliahan di Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dia sukses membuat bangga ayahnya Mugiyono yang hanya seorang tukang becak dan ibunya Sujamah yang seorang ibu rumah tangga di Kendal, Jateng.

–     Lewat beasiswa Bidikmisi juga, Raeni menjalani proses kuliah dengan belajar dan berprestasi. Saat ditemui di kosnya di Jl. Kalimasada 24, Semarang, Rabu (11/6/2014), Raeni yang diwisuda akhir pekan lalu sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,96 ini menuturkan mimpi-mimpi yang ingin digapainya. “Saya ingin kuliah di Inggris, semoga bisa dapat beasiswa,” terang dia.

–     Inggris tak sembarang dipilih. Dia melihat dosennya yang berkuliah di negeri asal pesepakbola David Beckham itu. “Kenapa di Inggris? Karena dosen saya ada yang kuliah di sana. Saya asisten dosen, kami cerita-cerita dan berawal dari mimpi itulah semoga terwujud,” tandas Raeni yang mengenakan hijab warna biru dongker itu.

wisudawati diantar becak

–     Selasa 10 Juni 2014, ribuan pasang mata serentak mengarah pada Raeni. Dia tiba ke lokasi wisuda dengan kendaraan yang tidak biasa. Bukan mobil mewah atau kendaraan bermotor lainnya. Raeni diantar oleh ayahnya, menggunakan becak. Ayah Raeni memang bekerja sebagai tukang becak yang setiap hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal.

–     Sementara itu, Rektor Unnes Prof. Dr. Fathur Rokhman Mhum, mengatakan apa yang dilakukan Raeni membutuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.

wisudawati diantar becak

–     Pihak rektorat memberikan penghargaan yang tinggi atas prestasi Raeni dengan memberikan beasiswa kuliah S2 di luar negeri, “Beasiswa itu kami upayakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tapi kalau pemerintah tidak bisa, maka kami yang akan siapkan,” kata Rektor saat di hubungi  Tempo pada Rabu, 11 Juni 2014.

wisudawati diantar becak

–     Dalam menentukan beasiswa itu, kata Fathur, Raeni yang akan memilih sendiri perguruan tinggi dan negara yang ia minati. Menurutnya, Raeni berkeinginan melanjutkan S2 ke Inggris dengan jurusan Akuntansi, seperti yang diambil di Universitas Negeri Semarang. Setelah lulus S2, Raeni diharapkan bisa mengajar di perguruan tempat ia mengenyam pendidikan S1.

wisudawati diantar becak

–     Kepala Humas Universitas Negeri Semarang Sucipto Hadi Purnomo mengatakan, sejauh ini ada tiga yayasan yang telah menawari Raeni melanjutkan S2.

–     Pertama, adalah tawaran S2 Bidik Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beasiswa ini merupakan lanjutan yang diterima Raeni pada kuliah S1.  “Ada juga tawaran beasiswa  Presidential Scholarship, di mana Raeni akan bersaing dengan 50 universitas ternama di dunia, ” kata kepada VIVAnews, Kamis 12 Juni 2014.

–     Ketiga, lanjut Sucipto, tawaran menarik datang dari Government Scholarship yang difasilitasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Dari ketiga tawaran tersebut, kami terus fasilitasi. Karena Unnes kan bagian dari pemerintah. Jadi kami akan lakukan pendampingan terus menerus, ” katanya.

wisudawati diantar becak

–     Ditanya tentang keinginan Raeni melanjutkan sekolah di Inggris, Sucipto mengakui telah ada beberapa foundation yang menawarkan diri untuk membantu mensponsori gadis kelahiran Kendal ini. Salah satunya adalah Benny Subianto Foundation di Jakarta. “Kami akan adakan pertemuan dulu dengan mereka, jadi masih kami seleksi, ” katanya.

–     Kata Sucipto, ada juga tawaran dari sejumlah perusahaan yang siap menampung untuk Raeni bekerja di perusahaan ternama di Indonesia,  yakni Bosawa Group yang secara langsung telah menghubungi putri pasangan Mugiyono dan Sujanah tersebut.

–     Namun, kata dia, sampai saat ini sejumlah tawaran tersebut belum diambil oleh Raeni, karena hal itu berkaitan dengan sejumlah kesepakatan dengan perguruan tinggi yang akan diambil. Untuk pekerjaan, diperlukan juga sejumlah izin dari orang tua Raeni.

–     Sucipto mengatakan, selain telah diberitakan banyak media cetak dan online, pasca diwisuda, Raeni banyak sekali undangan beberapa stasiun televisi.

presiden sby dan ibu negara terima raeni sarjana unes berprestasi

–     Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono bertemu dengan Raeni dan ayahnya, Mugiono, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum bertolak ke Bali, Jumat 13 Juni 2014. Dalam pertemuan itu, SBY menghadiahi Raeni beasiswa untuk melanjutkan studinya.

Raeni wisudawati diantar becak

–     Raeni adalah lulusan terbaik program S1 Universitas Negeri Semarang (Unnes) periode 2 tahun 2014. Dia tak menyangka bisa bertemu dengan Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sebab sebelumnya, Raeni dan Mugiyono mengira akan bertemu dengan para menteri.

–     Dilansir laman Presiden RI, begitu bertemu dengan SBY dan Ani, Raeni dan Mugiyono tampak sangat terharu hingga menitikkan air mata dan mengucap syukur. Dalam pertemuan itu, mengucapkan selamat atas prestasi Raeni yang lulus dengan IPK 3,96 dalam waktu 3 tahun 6 bulan 10 hari.

–     “Ini membuktikan putra-putri Indonesia hebat. Siapapun bisa berprestasi dari kalangan yang punya ataupun yang kurang punya. Pak SBY juga dulu dari keluarga yang tidak kaya, pas-pasan, tapi bisa berprestasi,” ujar SBY kepada Raeni.

–     SBY pun bertanya kepada Raeni apa rencana setelah lulus dari perguruan tinggi. “Saya ingin melanjutkan pendidikan, (nanti) jadi guru di perguruan tinggi,” ujar Raeni.

–     “Saya sudah berbicara dengan Mendikbud, semua sependapat bahwa negara, pemerintah, saya harus mendorong dan membantu Raeni mencapai cita-citanya,” ujar Presiden menanggapi cita-cita Raeni itu.

–     Untuk itu, SBY ingin memberikan beasiswa presiden kepada Raeni agar bisa melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Kemudian SBY meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan nama Raeni dalam daftar penerima beasiswa presiden.

–     “Ada sekarang beasiswa presiden, tidak banyak yang bisa masuk disitu karena pilihan yang berprestasi kemudian punya semangat untuk maju,” ujar SBY.

–     SBY menyerahkan pilihannya kepada Raeni ingin melanjutkan ke perguruan tinggi mana pun dan dimana pun. SBY berjanji akan memberikan beasiswa itu, dan berharap Raeni akan berhasil sehingga dapat mengabdi kembali ke Indonesia.

–     Raeni menyatakan minatnya kepada SBY dan Ani Yudhohoyo untuk melanjutkan studinya di Inggris. Ani sempat mengingatkan Raeni untuk mempersiapkan diri untuk mencapai nilai TOEFL yang disyaratkan. “Akan kita bimbing, pendidikan intensif Bahasa Inggris setelah itu akan saya berikan beasiswa untuk universitas terbaik di luar negeri,” kata Ani.

–     Meski nanti SBY sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden, dia akan terus mengikuti perkembangan prestasi Raeni, dan beasiswa yang telah dijanjikan akan segera diperolehnya.

Editor : Ahmad Syukri. A

Sumber :

http://unnes.ac.id/

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/511775-kisah-hebat-raeni–wisudawan-terbaik-anak-tukang-becak

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/511560-wisudawan-terbaik-itu-diantar-ayahnya-dengan-becak

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/512047-anak-tukang-becak-itu-dapat-tiga-beasiswa-ke-luar-negeri

http://m.kompasiana.com/post/read/657915/3/raeni-wisudawan-terbaik-yang-diantar-becak-ayahnya-ke-acara-wisuda.html

http://www.kabar24.com/edukasi/read/20140610/74/220733/raeni-anak-tukang-becak-wisudawan-terbaik-unnes

http://news.detik.com/read/2014/06/12/071104/2605842/10/0/kisah-raeni-anak-tukang-becak-yang-jadi-wisudawan-terbaik-di-unnes

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/512352-presiden-sby-hadiahi-putri-penarik-becak-beasiswa-ke-inggris?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

—————————————————————————————————-

Terima Kasih & Semoga Bermanfaat🙂

Wassalam🙂

empat lima empat blog

Baca juga artikel terbaru di bawah ini !